Selasa, 09 Agustus 2016

Jangan khilaf membuat pilihan

"Jangan khilaf Membuat Pilihan dan mengambil hikmah dari-Nya "

Wahai ananda,duhai Adinda,
Mari,
Istirahatkan sebentar segala pemikiran dan keinginan kalian.
Marilah kita berbicara pertanyaan yang penting dalam kehidupan ini,
yaitu :
---> apakah maknanya hidup ini?

Memang,
dunia tidak akan berhenti dari putarannya, angin akan terus bertiup, laut tetap bergelombang dan ombaknya senantiasa menghempas ke pantai. Namun ,
kita adalah manusia, kita tidak dapat mengikut mereka.
mereka adalah makhluk yang tiada menghadapi persoalan besar.
Mereka tiada akal, mereka tiada cita rasa, mereka tiada dosa dan pahala.

Wahai adinda,duhai ananda,
Apa yang menjadi masalahnya, kita telah dicipta sebagai makhluk yang bernama manusia, manusia yang diberi daya fikir yang tinggi, daya perasaan yang halus, dicipta-Nya anggota tubuh yang Indah.
Maka,
kita perlu jujur dan berbicara dengan diri yang ghaib di alam diri kita, berbicara tentang hal kehidupan.
Kita perlukan kejujuran, kesucian dan kemurniaan.

Ananda,adinda,
Kita bisa menipu manusia dengan berlindung di balik senyuman, dibalik kata kata santun,dibalik akhlak, dibalik kekuasaan, memiliki harta atau keluarga bahagia,
namun,
persoalannya :
---> adakah perkara itu sebenarnya kebahagiaan yang Hakiki ?

Duhai adinda,wahai ananda,
aku tahu,didalam kalian ada pertanyaan pertanyaan yang senantiasa bermain dalam fikiran kalian.
Kalian merasakan bahwa apa saja yang dikatakan nikmat dunia ini telah kalian peroleh, namun ia tiada penghujung, ia bagaikan bintang yang ada di waktu malam,namun hilang pada siangnya.
Maka,
Kalian mesti mencari jawaban terhadap persoalan-persoalan ini. Jangan biarkan kalian meraba-raba dalam kehidupan,
jangan biarkan diri tiada arah, tiada tujuan, tiada jawaban.^^

Duhai Ananda,wahai adinda,
pertanyaan  pertama yang hendak ku tanya pada diri kalian ialah :
adakah kalian mempercayai Allah ?
adakah kalian percaya kewujudan-Nya ?
adakah kalian percaya Ar-Rahman Ar-Rahim-Nya,kasih-sayang-Nya? Adakah kalian yaqin dengan kekuatan-Nya?
Adakah kalian percaya pada  kebijaksanaan-Nya ? Adakah kalian percaya bahwa Allah tidak pernah memberi keburukan pada Makhluk-Nya,tidak ingin makhluk-Nya berbuat keburukan?
Adakah kalian yaqin bahwa Rahmat-Nya mendahului Murka-Nya ?
Kalau kalian mengatakan: "Ya",
maka ,
pertanyaan  kedua ialah : adakah benar diri kalian telah menunaikan hak sebagai hamba-Nya ? adakah dahi sujud pada-Nya?
adakah suci dan ikhlas diri ketika beribadah pada-Nya ?
adakah kehidupan kalian bermatlamat untuk-Nya atau untuk diri dan kepuasan nafsu ananiyah semata-mata?

Jika kalian tiada melakukan hal demikian apakah kalian tidak takut dan malu pada-Nya ? 

adakah kalian menyangka bahwa segala perbuatan kalian terlepas dari penglihatan-Nya, pengetahuan-Nya?
Adakah kalian menyangka bahwa Allah akan menerima kalian sebagai hamba-Nya jika kehidupan asyik menyembah hawa nafsu sendiri, bukan Diri-Nya?
Dengan zalim pada Allah mengatakan keburukan yg kalian lakukan karena mempertuhankan Nafsu adalah ketetapan Allah yg menjadikanmu buruk ?
Dengan zalim pada makhluk-Nya yang berusaha selalu bersikap tawadhu' dengan menyadari jika ia berbuat keburukan itu karena kebodohan dirinya memperturutkan nafsu dirinya ?

Janganlah menghina perkataan mereka mereka yang berusaha Tawadhu' kepada Allah ? 
Janganlah nafsu ananiyah kalian turuti hingga lancang menyalahi ucapan ketawadhu'an mereka ?

Adakah kalian menyangka akan terlepas dari murka-Nya ?
Merasa rasa sudah paham,sudah menguasai ilmu-Nya hingga menyalahkan semua pandangan orang dengan kalimat nafsu berkedok santunmu dengan terus dan terus membantah nasehat kebaikan agar kalian tidak melenceng jauh dalam memahami ilmu-Nya karena belajar tanpa bimbingan Guru yang sebenar benarnya mursyid ??

Kalau kalian mengatakan bahwa kalian tidak percaya akan Ar-Rahman Ar-Rahim-Nya,tidak percaya bahwa Allah tidak menyukai makhluk-Nya berbuat buruk, tidak yaqin bahwa Adam berbuat keburukan karena memperturutkan nafsunya,dan tetap mengatakan bahwa itu ketetapan Allah yang ingin Adam buruk ?
maka,
sampai di sini sajalah perbicaraan kita, tiada guna membuang waktu. Hiduplah kalian sepuas-puasnya dengan kepercayaan kalian.
Kalian meletakkan diri tiada beda dengan hewan, tumbuhan, gunung dan dengan segala makhluk yang ada.

Jika Allah sudah tetapkan keburukan untuk makhluk-Nya yang berbuat buruk, untuk apa para Rasul diutus ke tengah tengahmu? ---> ( Ali-Imran 101) ?

Wahai adinda,duhai ananda,
Janganlah Hidup kalian untuk memuaskan nafsu, walaupun kalian tahu akalmu begitu jauh bedanya dengan hewan.
Kalau kalian yakin matimu bagaikan hewan yang tiada tanggung jawab dengan kehidupan, teruskanlah kepercayaanmu itu jika kamu yakin ianya benar.ikuti terus bimbingan nafsumu itu dalam memahami ilmu dan hikmah-Nya !
Namun,
aku menasihati kamu,
jika kamu benar berakal waras, mempunyai suara hati yang jujur, kamu akan menentang kepercayaan bodoh itu yang kalian  dapatkan dari bisikan bisikan syaithan yang menjadikan hijab terhalus dalam dirimu,tanpa mendapatkan bimbingan langsung dari sang pembimbing yang sebenarnya ! ^^

Jika kamu tilik sedalam-dalamnya diri sendiri, ia akan memberi jawaban bahwa mustahil bagimu untuk menolak Ar-Rahman Ar-Rahim-Nya.

Wahai ananda,duhai adinda,
Aku percaya semua manusia inginkan syurga.
Mereka mencari syurga di dunia ini, namun sayang mereka tidak mencarinya dalam perjalanan para Nabi dan Rasul, para Sahabat, para Auliya',para Arifbillah  dan Solihin.
Mereka mencari dengan telunjuk syaithan.

Percayalah wahai diri ananda,duhai adinda, jangan khilaf  membuat pilihan dan mengambil paham dari ketetapan-Nya,

hidup tidak diberi peluang untuk dua kali.
Pilihan yang tepat mesti dibuat agar setiap nafas yang keluar tidak dalam kerugian dan kemurkaan-Nya.
jadi,
tentukanlah pilihan kalian,mau baik atau buruk pada akhirnya dirimu.

Allahu a'lam.

Semoga terpahamkan. Be Still In Silence.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar